Review Singkat Laut Bercerita (2026)

Foto: cinema XXI

Laut Bercerita ​diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori dan disutradarai oleh Yosep Anggi Noen. Laut Bercerita kini hadir sebagai film pengingat akan salah satu lembaran sejarah terkelam Indonesia di bawah rezim Orde Baru.

Paruh awal film ini berpusat pada dialektika dan ideologi suatu organisasi mahasiswa Winatra, tempat Biru Laut (Reza Rahadian) aktif bergerak bersama Kinanti (Dian Sastrowardoyo) dan Anjani (Eva Celia). Pendekatan ini menghindari dramatisasi berlebih atau bumbu pop yang men distraksi substansi politisnya.

​Anggi Noen membangun atmosfer paranoia dan kecemasan, seperti pada sekuen pengepungan di Desa Blangguan melalui paduan audiovisual yang cerdas, didukung gubahan musik ritmis mencekam dari Ofel Obaja Setiawan. Naskahnya juga kaya akan dialog bersandi yang subtil namun tajam.

​Reza Rahadian tampil memukau sebagai intelektual Biru Laut yang otentik. Deretan pemain pendukung seperti Arswendy Bening Swara, Christine Hakim (ibu yang menggeram dalam diam), Yunita Siregar, dan Eva Celia turut memberikan kedalaman emosional yang kuat pada dinamika keluarga korban rezim.

​Kesimpulan Laut Bercerita: 

​Laut Bercerita mungkin tidak menampilkan aksi spionase canggih, melainkan kisah sekelompok anak muda idealis yang bersuara menuntut keadilan. Ironisnya, ketulusan suara mereka justru ditanggapi rezim dengan ketakutan berlebihan hingga berujung pada pembungkaman. Film ini menjadi medium penting agar luka-luka sejarah bangsa tidak pernah dilupakan.

Terimakasih sudah berkunjung di seputarmimpie.blogspot.com, semoga bermanfaat. 

Posting Komentar untuk "Review Singkat Laut Bercerita (2026) "